Tarian Leak di Bawah Bulan Purnama

 

📖 Cerpen Horor Nusantara

Judul: Tarian Leak di Bawah Bulan Purnama
Penulis: Windri Pabendan




Cerpen

Di sebuah desa di Bali, setiap purnama dianggap sakral. Malam itu, pura dipenuhi sesaji dan doa, namun ada pula bisikan larangan: jangan pernah menatap arah hutan saat gamelan mistis terdengar dari kejauhan.

Made, seorang remaja yang keras kepala, penasaran dengan cerita orang tua. Ia sengaja berjalan menuju tepi hutan saat purnama menggantung bulat di langit.

Suasana mendadak hening. Dari balik pepohonan, terdengar gamelan lirih yang asing, dentingannya tidak harmonis, lebih mirip ratapan. Lalu tampak sosok wanita menari dengan gerakan kaku. Wajahnya tertutup topeng menyeramkan dengan mata menonjol, gigi runcing, dan lidah menjulur panjang.

Tubuhnya perlahan melayang, kepala terlepas dari badan, hanya tersisa organ-organ menggantung, berlumuran darah yang menetes ke tanah. Itulah Leak—makhluk pemakan darah dan janin.

Made berusaha mundur, tetapi tubuhnya terkunci. Sosok Leak menoleh ke arahnya, matanya merah menyala dari balik topeng.

“Lihatlah tarian kematian...” bisik suara berat, seperti berasal dari perut bumi.

Tanah bergetar, angin kencang berhembus. Di udara, muncul bayangan hitam lain, menyerupai babi raksasa dengan taring panjang dan tubuh berapi. Mereka menari mengelilingi Made, mengeluarkan tawa mengerikan.

Made menjerit, tapi suaranya seakan lenyap ditelan gamelan gaib.

Esoknya, warga hanya menemukan kain putih milik Made yang tergeletak di tepi hutan, penuh bercak darah. Mereka percaya, arwah Made telah menjadi bagian dari tarian Leak yang abadi—menari di bawah bulan purnama selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Kehidupan: Rahasia dalam Kotak Kayu Ayah (Karya Risti Windri Pabendan)

Cerpen 6: Sepotong Roti di Meja Tua

Cerpen Romantis: Surat yang Tak Pernah Terkirim (Karya Risti Windri Pabendan)