Suanggi di Tepi Teluk Cenderawasih

 

📖 Cerpen Horor Nusantara

Judul: Suanggi di Tepi Teluk Cenderawasih
Penulis: Windri Pabendan



Teluk Cenderawasih di Papua terkenal indah dengan laut biru dan karang berkilau. Namun bagi warga setempat, ada bagian hutan bakau yang tidak pernah mereka dekati. Konon, di situlah Suanggi berkeliaran mencari mangsa.

Malam itu, Yonas, seorang nelayan muda, terlambat pulang setelah mencari ikan. Bulan sabit redup di langit, dan suara burung malam terdengar tidak biasa lebih mirip bisikan manusia.

Saat perahunya merapat di tepi bakau, ia melihat seorang perempuan duduk di akar pohon, rambut panjang menutupi wajah. Perempuan itu berbisik lirih:

“Yonas... ikut aku...”

Suara itu seperti suara ibunya. Ragu-ragu, Yonas melangkah. Namun semakin dekat, ia melihat sesuatu yang janggal: kakinya tidak menyentuh tanah, tubuhnya sedikit melayang.

Perempuan itu perlahan menoleh. Wajahnya kosong, mata hitam pekat tanpa bola mata, mulutnya sobek hingga telinga. Dari dalam mulut itu terdengar suara ribuan jeritan.

Yonas mundur, namun tiba-tiba tubuhnya terasa ringan, seperti ditarik keluar dari dirinya sendiri. Ia melihat bayangan hitam menyerupai dirinya sendiri, terikat dan digiring masuk ke mulut sosok itu.

“Jiwamu milikku...” bisik Suanggi.

Yonas berteriak, tubuhnya jatuh ke tanah. Paginya, warga menemukannya hidup namun matanya kosong, tidak lagi mengenali siapa pun. Ia masih bernapas, tapi jiwanya telah dimakan Suanggi.

Sejak itu, setiap malam di tepi Teluk Cenderawasih, terdengar suara lirih seperti orang memanggil dengan suara orang terdekat. Orang-orang tahu, itu bukan panggilan manusia itu panggilan Suanggi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Kehidupan: Rahasia dalam Kotak Kayu Ayah (Karya Risti Windri Pabendan)

Cerpen 6: Sepotong Roti di Meja Tua

Cerpen Romantis: Surat yang Tak Pernah Terkirim (Karya Risti Windri Pabendan)